Kategori
Kesehatan

5 Penyebab Hilangnya Pita Suara

5 Penyebab Hilangnya Pita Suara

5 Penyebab Hilangnya Pita Suara – Gangguan pada pita suara adalah masalah anatomi atau fungsional yang dapat memengaruhi bagian pada trakea tersebut. Pita suara perlu bergetar dan mengantarkan udara melewati bagian ini dari paru-paru untuk menghasilkan suara. Jika bagian tersebut tidak bergetar, maka kemungkinan tidak ada suara yang dihasilkan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai macam masalah pada pita suara, antara lain:

Ulkus Kontak

Penyakit ini disebabkan oleh erosi dan luka yang terjadi pada pita suara. Seseorang yang mengalaminya memiliki kebiasaan menggunakan kekuatan besar di awal berbicara. Padahal seharusnya, ia meningkatkan kekuatan dan kenyaringan togel singapore hari ini secara bertahap. Selain itu, ulkus juga bisa disebabkan oleh GERD atau naiknya asam lambung ke tenggorokan. Ini adalah kondisi saat isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan dan mengiritasi laring.

Tuberkulosis Pita Suara

Serangan bakteri penyebab TBC ternyata juga bisa terjadi pada pita suara. Gangguan ini dapat menyebabkan gangguan pada suara, seperti suara serak ringan, berat, hingga tidak keluar sama sekali. Saat mengalami kondisi ini, kamu bisa merasa nyeri saat menelan, berat badan menurun, nafsu makan berkurang, hingga berkeringat di malam hari. Nah, sekarang kamu tahu berbagai jenis penyakit pada pita suara yang bisa terjadi. Dengan menjaga kesehatan dari tenggorokan, terutama laring, kamu bisa menghindari berbagai masalah yang disebutkan. Tentunya hal ini penting untuk dilakukan pada seseorang yang hidupnya tergantung pada suara yang dihasilkan.

Polip Pita Suara

Polip merupakan pertumbuhan kecil dan lunak yang umumnya muncul sendiri di pita suara. Mirip dengan nodul, gangguan ini dapat disebabkan oleh penyalahgunaan vokal. Namun, seseorang yang terpapar iritasi jangkan panjang, seperti asap kimia atau asap rokok, juga memiliki risiko terhadap polip.

Nodul Pita Suara

Salah satu gangguan pada pita suara ini disebabkan oleh pertumbuhan kecil, keras, dan menyerupai kalus. Kondisi ini disebabkan oleh penyalahgunaan vokal. Pertumbuhan nodul ini dapat terjadi secara berpasangan, dengan satu nodul pada setiap pita suara di area yang mengalami iritasi paling parah.

Laringitis

Gangguan yang disebut juga dengan radang tenggorokan ini terjadi saat pita suara mengalami pembengkakan akibat peradangan atau infeksi. Pita suara yang membengkak bergetar berbeda dari biasanya, sehingga mengubah suara yang khas dihasilkan. Kamu bisa kehilangan suara jika peradangannya sangat parah, sehingga tidak ada suara yang dihasilkan saat bicara. Tindakan pengobatan perlu dilakukan untuk mengembalikan suara kembali seperti saat normal.

Kategori
Kesehatan

Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Polip

Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Polip

Faktor Resiko dan Gejala Penyakit Polip – Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh. Ada dua jenis yang umum terjadi, yang pertama adalah yang menggantung dari tangkai. Dokter menyebutnya polip bertangkai. Jenis kedua adalah berbentuk datar dan tumbuh stmik.co langsung dari jaringan di sekitarnya yang kemudian disebut sessile.

Jaringan yang abnormal ini bisa tumbuh di bagian mana pun di dalam tubuh manusia, tapi beberapa area yang umum, antara lain hidung, usus dan rahim. Banyak orang menganggap jaringan abnormal ini sebagai tumor berbahaya. Padahal, kondisi ini merupakan tumor jinak, bukanlah sebuah kanker. Namun, polip harus tetap kamu waspadai karena jaringan tersebut tumbuh secara abnormal. Tidak menutup kemungkinan keberadaannya dapat berkembang menjadi sesuatu yang ganas (kanker).

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang memiliki jaringan abnormal ini. Misalnya, polip pada kandung kemih pada laki-laki yang memiliki kebiasaan merokok. Selain merokok, masih ada juga Penyebab Terjadinya Polip pada Kandung Kemih Laki-Laki lainnya. Selain itu, ada pula wanita di atas 40 tahun yang berisiko mengidap polip rahim. Berikut beberapa faktor risiko berdasarkan lokasi tumbuhnya jaringan abnormal tersebut.

Risiko polip hidung

  • Infeksi sinus yang tidak diobati hingga tuntas.
  • Alergi.
  • Asma.
  • Penyakit fibrosis sistik.

Risiko polip pita suara

  • Memiliki pekerjaan yang memerlukan banyak berbicara atau berteriak, seperti penyanyi, guru, instruktur olahraga, dan lain-lain.
  • Merokok.
  • Minum alkohol berlebihan.
  • Alergi.

Risiko polip usus besar

  • Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan rendah serat.
  • Usia lebih dari 50 tahun.
  • Memiliki anggota keluarga yang mengidap kondisi ini atau kanker usus besar (riwayat keluarga).
  • Merokok dan minum alkohol.
  • Memiliki penyakit radang usus seperti penyakit Crohn.
  • Obesitas.
  • Tidak berolahraga dengan cukup.
  • Diabetes tipe 2 tidak terkontrol.

Gejala Polip

Gejala yang muncul pun bisa bermacam-macam tergantung dari lokasi tempat tumbuhnya. Ada kalanya tumbuhnya jaringan abnormal ini sama sekali tidak menimbulkan gejala apapun pada pengidapnya. Namun, pada beberapa kasus, keberadaan jaringan tersebut dapat mengganggu keseharian seseorang. Berikut gejala yang bisa terjadi berdasarkan lokasinya:

  • Polip serviks: perdarahan yang terjadi setelah melakukan hubungan seksual.
  • Polip hidung: hidung terasa selalu penuh dan napas yang tidak lega.
  • Pertumbuhan jaringan abnormal pada pita suara: perubahan pada suara.
  • Pertumbuhan jaringan abnormal pada saluran kemih: gangguan saat buang air kecil (BAK), seperti nyeri, anyang-anyangan, dan ada darah pada urine.
  • Polip usus besar: darah pada tinja, anemia defisiensi zat besi atau penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, perubahan pada pola buang air besar, dan sakit perut.
  • Polip saluran telinga: gangguan pendengaran dan keluarnya darah dari telinga.